Sabtu, 26 Juli 2008

CERITA TENTANG KINNEYY


CERITA KINEEY

Ketika aku bangun dari tempat tidur di pagi yang bersalju itu, aku tahu bahwa segalanya yang telah ku kenal sejak aku berumur sepuluh tahun akan diubahkan selamanya. Malam sebelumnya, pada bulan Desember tungku perapian rumah masa kecilku meledak dan semuanya terbakar habis. Ajaibnya, aku masih selamat dan berhasil merangkak menuruni tangga untuk dapat keluar, dan aku diselamatkan oleh orang yang datang menolong aku. Namun adikku Katie yang berumur 4 tahun tidaklah beruntung seperti aku. Ia kebingungan dan terperangkap di kloset ,karena is mengira bahwa itulah jalan keluar, ia terkena sesak nafas oleh asap dari api itu.

Ketika aku jatuh di atas rumah tetangga, pada malam harinya aku berharap Katie dapat bertahan hidup, tetapi kenyataannya tidak demikian dia meninggal dalam kebakaran itu, dan aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepadanya, tidak pernah mengatakan betapa aku mengasihinya, tidak pernah bertemu lagi. Kakak perempuan dan ibuku ajaibnya bisa menyelematkan diri, begitu juga ayahku, yang pada saat itu tidak berada di rumah. Dia sedang tugas di luar kota. Tetapi adiku yang kecil ‘ Katie yang paling baik dari kami semua, telah pergi.

Setelah kebakaran itu kami memilih untuk melupakan dan selalu ingat akan nasihat “ “tetapkah tersenyum, jadilah tegar: dan kami sekeluarga lebih memilih bersikab diam, seolah olah tidak terjadi apa-apa Kami tidak pernah membicarakan tentang peristiwa kebakaran itu lagi. Tetapi setiap tahun bertepatan dengan hari ualang tahun Katie, rumah kami sangatlah terasa berat sehingga tak seorangpun berbicara. Secara rohani kami semua tidak bisa menerima kejadian itu, dan kami juga tidak mau menyembah Allah yang telah membiarkan Katie meninggal.

Pada saat berumur 23 tahun aku hidup dalam eksistansi yang berdasarkan penampilan, rapuh,gamang, dan tidak ada tujuan teristimewa karena “ rasa bersalah”sebagai orang yang selamat atas tragedi itu, dan kesedihan yang tak terselesaikan, aku hidup dengan penuh kekuatiran, depresi sehingga aku harus menjalani terapi untuk mengatasi masalahku.

Pada suatu hari aku pergi bermain bowling bersama sama teman teman, aku memandang ke sebuah Bar yang penuh asap dan aku melihat ada seorang pemuda yang sangat tampan sedang memandangi aku. Ketika mata kami sedang bertemu, aku berkata kepada diriku, “ aku akan menikah dengannya” aku terkejut oleh pikiranku sendiri, karena belum pernah merasakan perasaan ini kepada siapapun, teristimewa baru saja melihat pemuda itu.

Daya tariknya yang cepat berbalasan, dan kami mengalami romansa yang seperti dongeng selama sebulan kami selalu bersama dan berpacaran samapai akhirnya kekasihku itu harus pergi ke suatu negara bagian untuk bekerja. Selama berbulan bulan kami menjalani berpacaran jarak jauh dan hubungan kami semakin baik. Namun terjadi kendala karena kekasih impianku ternyata seorang kristen yang sudah lahir baru. Celakanya aku sangat membenci orang kristen semacam ini, Aku berusaha melepaskan kekasihkau dari Yesus dengan mencoba membaca alkitab dan membuktikan kepadanya bahwa, apa yang ia percaya benar benar bodoh dan keliru.Aku hanya mengetahui sedikit injil, ya,, memang menyenangkan ceritanya.. tetapi.. ya begitulah !

Namun pada saat aku membaca di injil Yohanes, itulah yang “ menangkap aku”Ketika kau membaca kata, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak Nya yang tunggal itu, supaya setiap orangyang percaya keapdaNya tidan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal “. Aku berbisik kepada diriku sendiri, Oh Allah peduli pada orang orang seperti aku ini. Ia benar-benar mempunyai persasaan.. seperti Kasih, Ia benar benar peduli kepada umatNya. Tampaknya Ia hidup”

Aku mencoba melenyapkan pikiran-pikiran itu, dan aku melanjutkan peperanganku untuk melepaskan calon suamiku dari semua kebodohan itu. Pada waktu aku membaca seluruh injil Yohanes, dan tiba pada pasal 14, sesuatu yang serius terjadi padaku.Aku tidak akan pernah melupakan satu ayat di Yohanes 14;6 yang hampir hampir melontarkan satu halaman itu padaku, di mana Yesus berbicara tentang diriNya dan berkata, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.” Ketika aku membaca kata kata yang dasyat itu jantungku berdebar, “Jesus mengatakan bahwa Ia adalah jalan kepada Allah.’bisikku kepada diriku sendiri. “ Ia mengasihi aku?” Ia mengasihi aku sekalipun aku sudah membenciNya dan mencemoohkanNya, dan berusaha melepaskan pacarku dari Dia”

Aku meletakkan wajahku di lantai kamar tidurku dan menagis kepada Allah........ untuk yang pertama kalinya dalam kehidupannya yang rapuh ini.
Aku meminta kepada Allah untuk mengampuni aku dari semua dosaku.
Aku mulai memahami bahwa Allah cukup mengasihiku untuk menarikku kepada Firman-Nya supaya aku dapat benar benar deselamatkan dari kematian, kali ini aku menerina hidup kekal dengan menyadari bahwa kematian Yesus di salib telah menggantikan ku.

Tiga puluh emat tahun setelah peristiwa kebakaran tersebut, aku tidak lagi takut akan bayang bayang peristiwa yang mengerikan itu. Sekarang hidupku penuh dengan mujizat mujizat bersama dengan Yesus.
Tepat pada tanggal 8 Desmber persis pada saat adiku meninggal ada seorang ibu yang datang kepada ku dan memberikan seorang putri . Dan saat ini di menjadi anak kami, empat bulan kemudian Allah meberikan seorang adik perempuan yang sehat . Kehidupan kami tidaklah sempurna namun, kami hidup bebas, diampuni, sukacita dan kekal bersama Yesus.
Tuhan Yesus memberkati.

1 komentar:

metagora mengatakan...

mampir ah.... hehehehehe