
====Karakter ====
Kebenaran dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.
Kepercayaan semakin langka. Padahal semua orang menginginkan dan berusaha mendapatkannya, karena kepercayaan menjanjikan berbagai peluang. Jadilah banyak tindakan semu untuk membangun kepercayaan. Sikap artifisial yang dibuat-buat. Hasilnya? Hanya melelahkan dan itu tidak akan bertahan lama.
SEBUAH KEPERCAYAAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN
Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Abraham percaya kepada Allah, Allah lalu memperhitungkannya sebagai kebenaran. Dalam hal ini Allah tidak memaksa Abraham untuk percaya kepada-Nya, meskipun pada hakikatnya Ia adalah Allah yang mutlak untuk dipercayai. Karena kepercayaan tidak dapat dipaksakan, dalam kepercayaan tidak ada unsur tekanan, melainkan dimenangkan. Teladan ini menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kepercayaan. Suatu hubungan yang kokoh dan harmonis dibangun dan dilandasi oleh sikap saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci suatu relasi dan kemitraan, baik dalam bisnis, karier, persahabatan, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH DUA PIHAK
Tidak ada satu pun yang dapat menjual barang yang namanya ”kepercayaan”. Karena kepercayaan tidak dapat diperjual-belikan melainkan dibangun dan dipelihara dengan baik. Suatu hubungan selalu melibatkan dua pihak, kepercayaan pun demikian. Sebuah pernikahan dibangun atas dasar komitmen saling percaya di antara suami dan istri. Persahabatan, kemitraan, network, kesepakatan bisnis, semua butuh kepercayaan dari masing-masing pihak. Ingatlah bahwa kepercayaan dibangun seumur hidup, namun bisa runtuh seketika. Jika kepercayaan luntur, hubungan pun menjadi hancur.(NR/July/2008

Tidak ada komentar:
Posting Komentar