Jumat, 01 Agustus 2008

Auto surf Klick,klikck dibayar Mau ?????



Nah dari Pada bengong, sambil baca blog surfing klik klik iklan dapet duit dah
=====KISAH ARLODJI YANG HILANG=====

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6). "
Sering kali memang kita harus berdiam diri agar kita bisa mendengarkan suara hati kita dan tentunya suara Tuhan. Dengan berdiam diri kita bisa merasakan betapa besarnya kasih Allah yang selama ini telah kita dapat. Dengan berdiam diri kita bisa menyadari betapa berdosanya kita dihadapan Tuhan, namun hanya karena kasih karuniaNya kita beroleh keselamatan.
Segmen ( mendengar apa yang benar) nr/01/2008

CARA HEMAT MENGEMBANGKAN DIRI

Uang merupakan salah satu harga yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu. Sayangnya, banyak umat Tuhan yang tidak menyadari hal ini. Mereka lupa menyediakan dana untuk pengembangan diri mereka.

TIDAK ADA DANA?

Ada paling tidak tiga hal yang membuat seseorang tidak mengalokasikan sumber daya untuk mendukung pengembangan diri.

1 Menyalahkan keadaan
“Saya tidak mempunyai uang untuk mengembangkan diri!” Ungkapan seperti ini sering saya jumpai ketika menyarankan seseorang agar senantiasa mengembangkan dirinya. Akibatnya mereka merasa tidak bersalah ketika diri mereka tidak berkembang. Mereka menyalahkan keadaan keuangan yang menyebabkan mereka berhenti berkembang.

2 Tidak menyadari kebutuhan untuk berkembang
Salah satu obrolan utama dalam acara reuni adalah membandingkan apa yang sudah dicapai seseorang dengan pencapaian teman-temannya. Dari obrolan seperti ini biasanya seseorang baru menyadari bagaimana usaha yang telah dia lakukan dalam mengembangkan dirinya.
Saat itulah biasanya mereka mengevaluasi total segala usaha yang sudah dilakukan. Sebenarnya, kesadaran ini sudah sa-ngat terlambat. Setiap orang seharusnya mengevaluasi diri apa yang sudah dicapai secara berkala.

3 Salah menentukan prioritas
“Kebutuhan saya sangat banyak, saya tidak memiliki uang sisa untuk mengembangkan diri!” Pernyataan ini biasanya didukung beberapa alasan tambahan untuk membenarkan bahwa uang mereka memang tidak tersisa. Memang, kadang mereka sama sekali tidak memiliki uang sisa. Namun, biasanya mereka masih memiliki uang, hanya tidak menganggap pengembangan diri sebagai prioritas utama.

CARA HEMAT MENGEMBANGKAN DIRI

Pengembangan diri memang perlu uang, namun jumlahnya tidak sebesar yang dikira banyak orang. Mereka menganggap pengembangan diri butuh biaya besar seperti yang banyak dicitrakan iklan majalah dan surat kabar. Memang ada lembaga pengembangan diri yang mengharuskan peserta program membayar mahal. Namun, ada beberapa cara ekonomis
untuk mengembangkan diri.

1 Memanfaatkan perpustakaanSalah satu cara praktis mengembangkan diri adalah dengan banyak membaca buku-buku bagus. Meski harga buku cukup mahal, Anda bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan sehingga tetap bisa membaca buku dengan biaya ringan. Anda sebaiknya tidak membatasi diri membaca buku rohani kita. Kita perlu membaca banyak buku sekuler yang bagus sehingga mendapatkan lebih banyak wawasan.

2 Bergabung dengan komunitas Anda juga bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan dengan bergabung dalam komunitas tertentu. Dalam komunitas ini, setiap anggota akan dengan senang hati berbagi keberhasilan dan kegagalan yang dialami sehingga menambah
wawasan anggotanya. Dengan saling berbagi, semua anggota bisa mengembangkan diri secara optimal. Ada banyak komunitas dengan minat tertentu yang bisa dengan biaya terjangkau. Untuk belajar fotografi Anda bisa bergabung dalam komunitas/klub fotografi.
Kalau ingin memelihara burung, Anda bisa bergabung dengan kelompok pecinta burung.

3 Belajar dari temanTeman adalah salah satu tempat belajar yang strategis. Namun kita perlu berhati-hati karena pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33). Bergaullah dengan teman yang baik sehingga Anda bisa belajar banyak hal yang baik dari mereka. Milikilah teman-teman yang senantiasa mengembangkan diri mereka sehingga kita bisa banyak belajar mengembangkan diri.

4 Magang
Anda juga bisa mengembangkan diri dengan magang di tempat yang Anda inginkan. Fokus utama bukanlah untuk mendapatkan uang dari pekerjaan tersebut, melainkan pengalaman. Di tempat magang inilah Anda bisa mendapatkan
sekolah yang langsung praktik tanpa mengeluarkan uang dalam jumlah besar.Dengan langkah-langkah tersebut, Anda bisa mengembangkan diri dengan biaya relatif murah. Pengembang-an diri merupakan hak semua orang, bukan hanya hak orang berduit. Jadi, mengapa tidak mulai dari sekarang?
Kembangkan dirimu se maksimal mungkin./NR/08/08

Tidak ada komentar: