Minggu, 08 Februari 2009

BUNYI YANG PUNYA ARTI


Suatu hari, seseorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa itu. Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"

Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"
"Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya." sahut orang desa itu.

Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"

Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang."

Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.

Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami."
Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!"

Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bahwa bukan orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."


Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan pada Tuhan dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita jadi sadar, sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada Allah dan pertolonganNya. Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan keinginan dan cara kita dan menolak suara Tuhan yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan lain yang lebih baik!

Salam sukses

ASAL USUL "VALENTINE" @ APAAN TUH '!!!

Asal Usul Perayaan Valentine

Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini.

Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.

Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.

Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.

Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.

Julia bertanya, "Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?"

"Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita."

"Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku."

"Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,"sambung Valentine.

"Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya," kata Julia mantap.

Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.

Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,"Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.

Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine.

Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, merka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.

Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur, soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.

Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.

Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika,Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.

Sayangnya dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dn pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komesialisasi perayaan ini. Untuk itulah kita perlu mengembalikan makna perayaan ini, seperti dalam 1 Yohanes 4:16: "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia" AMIN “ SELAMAT HARI VALENTINE”

Jumat, 02 Januari 2009

Sebuah kisah di musim dingin

Kisah di musim dingin
True story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao.

Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun,
Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan
menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan
membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lainnya

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat
keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei
menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.

Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak
terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya
benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain
dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk
menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya
untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.

Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari
luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran,
pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu
tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan
sudah tidak bernyawa.. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis
meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan
membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan
nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.
Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus
kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada
kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap
terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku
membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli
biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."*

**Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.**

Selasa, 02 September 2008

ILUSTRASI "TENTANG TUKANG ROMBENG"


ILUSTRASI: TUKANG ROMBENG
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yohanes 10:11).

Untuk orang seperti siapakah Dia datang? Untuk bilangan waktu manakah Dia menjelang? Berikut adalah kisah yang menunjukkan kepada siapa dan kapan Dia akan datang. Semuanya, hanya satu saja dasarnya: Cinta!

Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, "Rombeng!" Ah, udara berbau busuk dan cahaya yang muram itu dilintasi oleh suara musik yang indah.

"Rombeng! Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!"

"Sekarang inilah keajaiban," pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang.

Dengan saputangan menutupi wajahnya, dia menangis, mengeluh dan mencucurkan ribuan tetes air mata. Lutut dan sikunya membentuk huruf X. Bahunya bergetar. Hatinya hancur. Tukang rombeng itu menghentikan gerobaknya. Dengan tenang, dia menghampiri wanita itu sambil menginjak kaleng-kaleng kosong, mainan rusak, dan barang rongsokan lainnya.

"Berikan barang rombengmu," ujar tukang rombeng itu dengan sabar, "dan saya akan memberimu barang baru."

Tukang rombeng itu melepaskan saputangan dari mata wanita itu. Wanita itu memandangnya, dan tukang rombeng itu meletakkan sebuah saputangan linen yang baru dan bersih ke telapak tangannya. Mata wanita itu beralih dari pemberian itu ke pemberinya.

Kemudian, saat tukang rombeng itu menarik gerobaknya kembali, dia melakukan hal yang aneh: Dia mengusapkan saputangan yang penuh noda itu ke wajahnya sendiri, dan kemudian dia mulai menangis. Dia menangis begitu kerasnya seperti wanita itu sehingga pundaknya bergetar. Namun, wanita itu tidak lagi menangis.

"Ini ajaib," ujar saya kepada diri saya sendiri, dan saya mengikuti tukang rombeng seperti seorang anak yang ingin membongkar suatu misteri.

"Rombeng! Rombeng! Baju tua saya ganti dengan baju baru!"

Tidak lama kemudian, ketika matahari makin tinggi, tukang rombeng itu mendatangi seorang gadis yang kepalanya dibalut. Mata gadis itu menatap kosong. Darah membasahi perbannya. Aliran darah mengalir di pipinya. Sekarang, tukang rombeng yang tinggi itu menatap gadis itu dengan rasa kasihan, dan dia mengeluarkan topi wanita dari gerobaknya.
"Berikan perbanmu," ujarnya, "dan saya akan memberimu sebuah topi baru."
Anak gadis itu hanya dapat menatap tukang rombeng dengan heran ketika dia mulai melepaskan perban dari kepalanya dan memasangnya di kepalanya sendiri.
Kemudian, dia memasang topi baru itu di kepala gadis kecil itu. Dan, saya terperangah dengan apa yang saya lihat. Sekarang, ganti kepala tukang rombeng itu yang terluka. Di alisnya mengalir darah segar, darahnya sendiri!
"Rombeng! Rombeng! Saya menerima barang rombeng!" teriak tukang rombeng yang kuat, cerdas tetapi menangis dan berdarah.

Matahari menyilaukan mata saya dan tukang rombeng itu tampak semakin tergesa-gesa.
"Apakah kamu mau bekerja?" tanyanya kepada seorang yang bersandar di tiang telepon. Pria itu menggelengkan kepalanya.

Tukang rombeng itu mendesaknya, "Apakah kamu memiliki pekerjaan?"

"Kamu gila ya?" ujar orang itu sambil menyeringai. Dia tidak lagi bersandar di tiang telepon, tetapi membuka lengan bajunya dan menarik tangannya dari kantung jaketnya. Dia tidak mempunyai tangan.

"Berikan jaketmu kepada saya dan saya akan memberimu jaket saya," perintah tukang rombeng itu.
Suaranya memancarkan otoritas! Pria buntung itu melepaskan jaketnya. Demikian juga tukang rombeng itu. Dan, saya gemetar mengetahui apa yang saya lihat: lengan tukang rombeng itu melekat di jaketnya dan ketika pria buntung itu mengenakan jaket, lengan itu terpasang di pundaknya. Sekarang, tukang rombeng itu buntung sebelah tangannya.

"Pergilah bekerja," ujar tukang rombeng itu.

Setelah itu, tukang rombeng menjumpai seorang pemabuk yang berbaring pingsan di bawah selimut tentara. Pemabuk itu tampak tua dan memprihatinkan. Tukang rombeng itu mengambil selimut pemabuk itu dan membungkuskannya ke tubuhnya sendiri, lalu menyelimuti pemabuk tua itu dengan selimut baru.

Dan, sekarang saya harus berlari supaya bisa mengikuti tukang rombeng itu. Meskipun dia menangis menjadi-jadi, peluh bercucuran di wajahnya, menarik gerobak dengan satu lengan, tersandung, terjatuh berkali-kali, kelelahan, tua dan sakit, dia melangkah dengan kecepatan tinggi. Dengan "kaki laba-laba" dia menyusuri lorong-lorong kota itu.

Saya terkejut melihat perubahan pria ini. Saya sedih melihat penderitaannya. Meskipun demikian, saya ingin melihat ke mana dia pergi dengan begitu tergesa-gesa dan saya juga ingin mengetahui apa yang membuatnya melakukan semua ini.

Tukang rombeng yang sekarang bertubuh kecil dan tua itu pergi ke suatu tempat. Dia menghampiri sebuah lubang sampah. Saya ingin membantunya mengerjakan apa pun, namun saya menarik diri dan bersembunyi. Dia mendaki sebuah bukit. Dengan usaha yang keras, dia membersihkan sebuah tempat di bukit itu. Kemudian, dia menarik napas. Dia berbaring. Dia memakai sebuah saputangan dan jaket sebagai bantalnya. Dia menutupi tulang-tulangnya dengan selimut tentara. Dan, dia mati.

Oh, saya menangis menyaksikan kematian seperti itu! Saya masuk ke sebuah mobil rongsokan dan menangis serta meratap seperti seorang yang tidak punya harapan, karena saya mulai mencintai tukang rombeng itu. Setiap wajah yang saya kenal memudar ketika saya melihat wajah tukang rombeng itu. Saya sangat menghargai tukang rombeng itu, tetapi dia mati.
Saya menangis terus sampai jatuh tertidur.
Saya tidak tahu -bagaimana saya bisa tahu?- bahwa saya tidur melewati Jumat malam dan Sabtu malam. Tetapi kemudian, pada Minggu pagi, saya tersentak bangun. Cahaya -sinar yang murni- menghunjam wajah saya yang kecut, dan saya mengerjapkan mata saya. Saya melihat keajaiban yang terakhir dan pertama. Tukang rombeng itu bangun, melipat selimutnya dengan amat hati-hati.

Ada goresan luka di dahinya, namun dia hidup! Di samping itu, dia juga sehat! Tidak ada kesan sedih atau tua di wajahnya, dan semua rombengan yang berhasil dikumpulkannya tampak bersih dan bersinar. Saya tidak sanggup menatap semua itu lagi. Saya gemetar melihat semua itu. Saya berjalan mendekati tukang rombeng itu. Saya memberi tahu nama saya dengan rasa malu, karena saya adalah makhluk yang patut dikasihani di depannya.

Kemudian, saya melepaskan pakaian saya di tempat itu, dan saya berkata kepadanya dengan penuh permohonan, "Beri saya pakaian baru."
Dia memakaikan pakaian baru di tubuh saya. Saya menjadi ciptaan baru di tangannya. Tukang rombeng itu, tukang rombeng itu, tukang rombeng itu,SIAPAKAH TUKANG ROMBENG ITU ???IA adalah Kristus
(Diambil dari sebuah cerita dan hanyalah ilustrasi untuk membuat kita mudah merefleksikan ke dalam diri kita )

Rabu, 06 Agustus 2008

The Journey of Faith



IMAN DAN KOTAK SURAT

Setiap kali berkirim surat, saya merasa bahwa itu merupakan suatu latihan untuk percaya. Berikut saya jelaskan maksud saya. Ketika saya menulis surat untuk seorang sahabat jauh, saya tidak mungkin mengirimkannya sendiri. Saya memerlukan jasa pelayanan pos.
Namun sebelumnya saya harus memasukkan surat itu ke kotak surat. Saya tidak dapat memegang erat-erat surat itu.
Saya harus melepaskan surat tersebut. Kemudian, saya harus mempercayai pihak pos untuk mengambil alih surat tersebut dan mengantarnya kepada sahabat saya. Meski saya tidak dapat melihat apa yang terjadi dengan surat itu, saya yakin pihak pos akan membawa surat surat saya ke tempat tujuan dalam keadaan baik sama seperti sewaktu saya poskan.

Demikian pula halnya bila kita dihadapkan pada sebuah persoalan. Saat itu, iman kita diuji. Kita tahu bahwa mustahil bagi kita untuk memecahkan semua permasalahan seorang diri, dan kita harus mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Allah. Namun pertama-tama kita harus datang kepada-Nya dalam doa dan senantiasa berbicara kepada Allah melalui doa doa kita..

Saat itu kita mungkin masih memegang erat masalah kita meski kita tahu situasi tidak akan berubah bila kita tidak melepaskannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Allah. Saat kita menyerahkannya kepada Allah, biarkan Dia mengambil alih sampai masalah itu diselesaikan menurut cara-Nya.

Meskipun kita tidak dapat melihat dengan jelas apa yang sedang dikerjakan-Nya, iman kita adalah "Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibrani 11:1), dan jaminan bahwa pekerjaan-Nya selalu dikerjakan dengan sempurna.

Sudahkah Anda belajar untuk mempercayai-Nya hari ini? Mari saya ajak semua sahabat mdc untuk lebih mempercayai Allah ( beriman kpd Allah) karena Dia sanggup melakukan segala perkara.

MEMPERCAYAI ALLAH BERARTI MENGUBAH SEBUAH MASALAH MENJADI SUATU KESEMPATAN

BENSIN IMAN.

Hampir setiap orang berusaha memiliki sepeda motor. Sepeda motor berfungsi salah satunya sebagai alat transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Singkatnya untuk mencapai tujuan. Dapatkah orang mencapai tujuan dengan sepeda motor tetapi bensinya habis, kosong ? Dapat dibayangkan jika satu hari saja tidak ada bensin. Manusia tidak dapat kemana-mana dan mengalami kebingunan. Maka setiap pemilik sepeda motor akan selalu mengecek bensin sepeda motor masih ada atau habis. Jika kosong maka segera diisi nah begitu pula dengan hidup kita jangan sampai ada kekosongan terjadi dalam hidup anda segeralah isi dengan bensin illahi yang akan membuat hidup anda jadi bergairah dan bersemangat dalam Tuhan.
Manusia hidup memiliki tujuan. Agar manusia sampai tujuan maka manusia perlu berjalan. Salah satu tujuan hidup manusia bertumbuh, lebih dewasa, ada kemajuan dll. Manusia ingin sampai tujuan tetapi manusia lupa bahwa bahan bakarnya habis, kosong. Sehingga perlu diisi bensin kehidupan. Jika bensinnya nasi cepat habis, karena bensin nasi, sampai siang sudah lapar lagi. Sehingga sebentar-sebentar mesti mengisi bensin nasi. Ada juga yang memakai bensin kekayaan, bensin kekuasaan. Bensin egoisme. Itulah bensin-bensin duniawi yang selalu dikampayekan agar selalu berhenti dan membeli. Padahal dengan mengisi bensin duniawi manusia tidak akan pernah sampai pada tujuan kehidupannya.Tetapi oleh bensin duniawi manusia "seolah-olah" sampai.

Manusia lebih suka membeli bensin duniawi yang cepat habis. Sebetulnya ada bensin yang tidak cepat habis.Yaitu bensin ilahi yang tidak lain adalah iman. Karena bensin iman maka semakin sering dipakai, iman kita bertambah. Tidak pernah habis. Semakin kita beriman kepada Allah berarti kita kan melepaskan iman kita kepada Allah.
Dan Allah menghargai keimanan kita dengan kasihnya menambah iman sebelum iman kita habis dan berhenti di tengah jalan. Dan itulah mengapa semakin kita sering beriman kepada Allah kita keimanan kita bertambah dan bertambah terus. Kita punya iman 1 kita gunakan maka iman kita menjadi 3 digunakan lagi menjadi 9 dan digunakan lagi menjadi 81 dan seterusnya. Kita tidak akan pernah kehabisan bensin iman karena semakin sering kita gunakan iman terus-dan terus bertumbuh, bertambah danberkembang.

Untuk itu sebelum perjalan hidup kita terhenti karena kehabisan bensin duniawi segeralah menggunakan bensin ilahi yang sudah diberi oleh Allah sendiri. Kita tidak perlu membeli karena secara cuma-cuma Allah memberi. Kita hanya perlu menggunakan dan memakainya. Allah sungguh senang ketika kita menggunakan bensin iman, keyakinan kepada Allah, maka Allah akan menambah-nambah iman, dan iman kita pun bertambah dan bertambah. Dan bensin illahi membuat kesukaan yang sangat luar biasa apakah anda sudah siap untuk menerima bensin illahi ini ?

" Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.
NR/2008

Jumat, 01 Agustus 2008

Auto surf Klick,klikck dibayar Mau ?????



Nah dari Pada bengong, sambil baca blog surfing klik klik iklan dapet duit dah
=====KISAH ARLODJI YANG HILANG=====

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6). "
Sering kali memang kita harus berdiam diri agar kita bisa mendengarkan suara hati kita dan tentunya suara Tuhan. Dengan berdiam diri kita bisa merasakan betapa besarnya kasih Allah yang selama ini telah kita dapat. Dengan berdiam diri kita bisa menyadari betapa berdosanya kita dihadapan Tuhan, namun hanya karena kasih karuniaNya kita beroleh keselamatan.
Segmen ( mendengar apa yang benar) nr/01/2008

CARA HEMAT MENGEMBANGKAN DIRI

Uang merupakan salah satu harga yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu. Sayangnya, banyak umat Tuhan yang tidak menyadari hal ini. Mereka lupa menyediakan dana untuk pengembangan diri mereka.

TIDAK ADA DANA?

Ada paling tidak tiga hal yang membuat seseorang tidak mengalokasikan sumber daya untuk mendukung pengembangan diri.

1 Menyalahkan keadaan
“Saya tidak mempunyai uang untuk mengembangkan diri!” Ungkapan seperti ini sering saya jumpai ketika menyarankan seseorang agar senantiasa mengembangkan dirinya. Akibatnya mereka merasa tidak bersalah ketika diri mereka tidak berkembang. Mereka menyalahkan keadaan keuangan yang menyebabkan mereka berhenti berkembang.

2 Tidak menyadari kebutuhan untuk berkembang
Salah satu obrolan utama dalam acara reuni adalah membandingkan apa yang sudah dicapai seseorang dengan pencapaian teman-temannya. Dari obrolan seperti ini biasanya seseorang baru menyadari bagaimana usaha yang telah dia lakukan dalam mengembangkan dirinya.
Saat itulah biasanya mereka mengevaluasi total segala usaha yang sudah dilakukan. Sebenarnya, kesadaran ini sudah sa-ngat terlambat. Setiap orang seharusnya mengevaluasi diri apa yang sudah dicapai secara berkala.

3 Salah menentukan prioritas
“Kebutuhan saya sangat banyak, saya tidak memiliki uang sisa untuk mengembangkan diri!” Pernyataan ini biasanya didukung beberapa alasan tambahan untuk membenarkan bahwa uang mereka memang tidak tersisa. Memang, kadang mereka sama sekali tidak memiliki uang sisa. Namun, biasanya mereka masih memiliki uang, hanya tidak menganggap pengembangan diri sebagai prioritas utama.

CARA HEMAT MENGEMBANGKAN DIRI

Pengembangan diri memang perlu uang, namun jumlahnya tidak sebesar yang dikira banyak orang. Mereka menganggap pengembangan diri butuh biaya besar seperti yang banyak dicitrakan iklan majalah dan surat kabar. Memang ada lembaga pengembangan diri yang mengharuskan peserta program membayar mahal. Namun, ada beberapa cara ekonomis
untuk mengembangkan diri.

1 Memanfaatkan perpustakaanSalah satu cara praktis mengembangkan diri adalah dengan banyak membaca buku-buku bagus. Meski harga buku cukup mahal, Anda bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan sehingga tetap bisa membaca buku dengan biaya ringan. Anda sebaiknya tidak membatasi diri membaca buku rohani kita. Kita perlu membaca banyak buku sekuler yang bagus sehingga mendapatkan lebih banyak wawasan.

2 Bergabung dengan komunitas Anda juga bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan dengan bergabung dalam komunitas tertentu. Dalam komunitas ini, setiap anggota akan dengan senang hati berbagi keberhasilan dan kegagalan yang dialami sehingga menambah
wawasan anggotanya. Dengan saling berbagi, semua anggota bisa mengembangkan diri secara optimal. Ada banyak komunitas dengan minat tertentu yang bisa dengan biaya terjangkau. Untuk belajar fotografi Anda bisa bergabung dalam komunitas/klub fotografi.
Kalau ingin memelihara burung, Anda bisa bergabung dengan kelompok pecinta burung.

3 Belajar dari temanTeman adalah salah satu tempat belajar yang strategis. Namun kita perlu berhati-hati karena pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33). Bergaullah dengan teman yang baik sehingga Anda bisa belajar banyak hal yang baik dari mereka. Milikilah teman-teman yang senantiasa mengembangkan diri mereka sehingga kita bisa banyak belajar mengembangkan diri.

4 Magang
Anda juga bisa mengembangkan diri dengan magang di tempat yang Anda inginkan. Fokus utama bukanlah untuk mendapatkan uang dari pekerjaan tersebut, melainkan pengalaman. Di tempat magang inilah Anda bisa mendapatkan
sekolah yang langsung praktik tanpa mengeluarkan uang dalam jumlah besar.Dengan langkah-langkah tersebut, Anda bisa mengembangkan diri dengan biaya relatif murah. Pengembang-an diri merupakan hak semua orang, bukan hanya hak orang berduit. Jadi, mengapa tidak mulai dari sekarang?
Kembangkan dirimu se maksimal mungkin./NR/08/08

Kamis, 31 Juli 2008

"ANTARA MEMBERI DAN MENERIMA"


BAGIAN 1
"ANTARA MEMBERI DAN MENERIMA "

Memberi dan menerima bukanlah suatu tindakan yang asing. Semua manusia akan dengan mudah mengatakan bahwa kedua tindakan tersebut merupakan bagian integral dari aktivitas hidup manusia setiap hari, suatu aksi yang sekian spontan sehingga tak perlu membuang banyak waktu untuk berpikir tentangnya. Namun sesuatu yang amat biasa terkadang menuntut suatu pertimbangan yang lebih layak. Tindakan memberi dan menerima sudah dipelajari seseorang sejak ia masih merupakan seorang bayi. Walau tanpa kesadaran, tindakan paling
awal yang dilakukan seorang bayi adalah “menerima. Sang bayi menerima dan menghirup udara, ia menerima hidup dan situasi dunia yang sangat jauh berbeda dengan situasi “firdaus” yang dialaminya ketika ia masih dalam rahim ibu. Perbedaan kondisi hidup yang diterima sang bayi pada titik awal ini sering amat menakutkan.

Karena itu sang bayi lalu menangis. Ia membutuhkan sesautu, ia membutuhkan perlindungan yang dengan segera diterimanya dari tindakan memberi dari seorang ibu. Semua yang dialami bayi pada tahap awal ini akan sangat berpengaruh bagi perkembangan hidupnya selanjutnya, bukan saja terbatas pada aksi memberi dan menerima juga secara luas dalam keseluruhan aktivitas hidup sosialnya.

Sang bayi belajar memberi dan menerima, dan menjadikannya sebagai aktivitas spontan hidup hariannya. Antara kedua tindakan tersebut sulitlah untuk dibuat distinksi, sulitlah untuk dibuat prioritas tindakan manakah yang lebih penting dan harus didahulukan. Ada sekian banyak konteks yang harus turut dipertimbangkan untuk memberikan penekanan pada satu dari kedua aksi

Dalam dunia psikoterapi, yang juga amat menuntut keterlibatan kedua tindakan tersebut, “therapeutic acceptance” lebih banyak dipandang sebagai unsur penting dalam sebuah proses
penyembuhan, lebih dari pada berbagai “technological medicine” lainnya. Kebanyakan klien yang mengalami goncangan psikologis melihat hidupnya amat tidak bernilai. Carl Gustav Jung, seorang psikiater terkenal asal Swiss, mengindikasikan bahwa sepertiga dari pasien yang datang kepadanya menderita kehampaan makna hidup (the meaninglessness of life). Hal ini bertolak dari ketidak-sanggupan klien untuk menemukan arti dari keberadaan dirinya sendiri, yang mencakup keseluruhan aspek personalitasnya.

Dalam situasi seperti ini, tindakan “menerima” yang diekspresikan sang psikiater akan melahirkan suatu pemahaman baru dalam diri klien. Dia akan menyadari bahwa dirinya ternyata masih memiliki sesuatu, bahwa ia masih memiliki kata-kata yang layak didengar, sekurang-kurangnya oleh dia¨ yang kini sedang berada di depannya.
Adalah suatu kebahagiaan terbesar dalam hidup untuk menyadari bahwa
saya masih layak didengarkan, masih layak diterima, masih layak dicintai dan mencintai. Dalam proses inilah si klien perlahan-lahan menemukan arti dirinya, dan inilah awal dari suatu proses penyembuhan.

Namun tindakan memberi dan menerima itu dapat pula dilihat dari sudut pandang yang lain. Oral Roberts dalam bukunya “Miracle of Seed-Faith” memberikan tekanan utama pada tindakan “memberi”.
Tindakan memberi, apapun bentuknya baik material maupun rohaniah seperti pemberian kemampuan diri, bakat ataupun waktu bagi orang lain, ditempatkan Roberts sebagai benih-benih yang tertabur, yang pada baliknya akan bertumbuh dan memberikan panen yang berlimpah. Dalam Kitab Suci terdapat banyak kisah tentang hal ini. Pemberian lima buah roti dan dua ekor ikan bagi banyak orang di padang gurun ternyata menjadi benih iman untuk menghasilkan dua belas bakul roti. (Mat. 14, 13-21). Pemberian perahu oleh Simon Petrus untuk digunakan Yesus mengajar orang banyak tentang kabar gembira Kerajaan Allah, ternyata menjadi benih iman untuk menghasilkan banyak ikan. (Luk. 5,1-11).

Di sini Oral Roberts menunjukkan bahwa tindakan kita untuk memberi tidak pernah berlangsung sia-sia, tetapi bahwa dalam tindakan tersebut baik si penerima maupun si pemberi sama-sama menerima “sesuatu”. Bahkan si pemberi menerimanya kembali dalam jumlah yang telah dipergandakan. Namun hal ini tidak dimaksudkan untuk memperkokoh paham 4 kuno “do ut des”, memberi untuk menerima kembali (saya memberi agar engkaupun memberi). Tetapi inilah kebenaran yang ditawarkan oleh Yesus sendiri, “Berilah maka kamu akan diberi.” (Luk6,38).

Dan bahwa si pemberi akan menerima kembali sesuai ukuran yang dipakai dalam memberi kepada orang lain.
Begitulah... Sesuatu yang kita berikan akan diterima kembali. Yang terpenting adalah bahwa pemberian tersebut terjadi dalam konteks “benih iman” yang tertabur, yang menuntut keyakinan kita untuk menempatkan Allah sebagai pusat segalanya, yang akan mempergandakan pemberian itu dan melimpahkannya kembali kepada si pemberi dalam bentuk dan sarana yang tak dipahami manusia.

Kita bersatu bersama Petrus yang bertanya kepada Yesus bahwa ia telah memberikan segala sesuatu tetapi apa upah yang akan diperoleh?? Yesus menjawab “...kamu akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” (Mat. 19, 29).

Tuhan Yesus memberkati

Hendaklah kita mendengar" mendengar apa yang benar "



Senin, 28 Juli 2008

" KARAKTER," HANYA SATU KATA "KARAKTER"


====Karakter ====

Kebenaran dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.
Kepercayaan semakin langka. Padahal semua orang menginginkan dan berusaha mendapatkannya, karena kepercayaan menjanjikan berbagai peluang. Jadilah banyak tindakan semu untuk membangun kepercayaan. Sikap artifisial yang dibuat-buat. Hasilnya? Hanya melelahkan dan itu tidak akan bertahan lama.

SEBUAH KEPERCAYAAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN
Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Abraham percaya kepada Allah, Allah lalu memperhitungkannya sebagai kebenaran. Dalam hal ini Allah tidak memaksa Abraham untuk percaya kepada-Nya, meskipun pada hakikatnya Ia adalah Allah yang mutlak untuk dipercayai. Karena kepercayaan tidak dapat dipaksakan, dalam kepercayaan tidak ada unsur tekanan, melainkan dimenangkan. Teladan ini menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kepercayaan. Suatu hubungan yang kokoh dan harmonis dibangun dan dilandasi oleh sikap saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci suatu relasi dan kemitraan, baik dalam bisnis, karier, persahabatan, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH DUA PIHAK
Tidak ada satu pun yang dapat menjual barang yang namanya ”kepercayaan”. Karena kepercayaan tidak dapat diperjual-belikan melainkan dibangun dan dipelihara dengan baik. Suatu hubungan selalu melibatkan dua pihak, kepercayaan pun demikian. Sebuah pernikahan dibangun atas dasar komitmen saling percaya di antara suami dan istri. Persahabatan, kemitraan, network, kesepakatan bisnis, semua butuh kepercayaan dari masing-masing pihak. Ingatlah bahwa kepercayaan dibangun seumur hidup, namun bisa runtuh seketika. Jika kepercayaan luntur, hubungan pun menjadi hancur.(NR/July/2008


Sabtu, 26 Juli 2008

KETIKA ALLAH TERASA JAUH !!!


KETIKA ALLAH TERASA JAUH
Kita tidak mungkin lari dari Tuhan
Mazmur 139: Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-MU? Jika aku mendaki ke langit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga disana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (ayat 7-10)
Tuhan mungkin terasa jauh, tetapi sebenarnya Dia dekat
Kisah Para Rasul 17: Supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalan Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujangga-Mu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. (ayat 27-28)
Dia tidak mungkin mengingkari Firman-Nya
2 Timotius 2: …jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. (ayat 13)
Tuhan tak pernah meninggalkan kita
Ibrani 13: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. (ayat 19)
Kalau Anda sungguh-sungguh mencari, Dia dapat ditemukan
Yeremia 29: apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN… (ayat 13-14)
Jangan balik menyakiti
1 Petrus 3: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (ayat 9)
Tidak sekalipun waktu berlalu tanpa Allah bersama kita
Mazmur 46: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. (ayat 2)
Dia menggenapi tujuan-tujuan yang ditentukan-Nya melalui berbagai cara
Kolose 1: Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. (ayat 21-22)
Kadang-kadang seorang Kristen dewasa yang telah mengikuti Tuhan selama bertahun-tahun mengalami masa-masa ketika Allah terasa jauh sekali. Pada umumnya ada tiga alasan yang mungkin menjadi penyebabnya. Pertama, masalah itu bisa disebabkan oleh alasan fisik. Sesuatu yang menimpa tubuh jasmani kita dapat berpengaruh besar pada rohani kita. Penyakit, infeksi karena virus, stres, terlalu banyak pekerjaan (atau kondisi fisik lainnya) dapat mempengaruhi suasana hati kita sedemikian rupa sehingga kita mengira bahwa keadaan rohani kita sedang menurun padahal masalah sebenarnya adalah kondisi fisik yang lemah. Karena itulah, Allah memberikan kesempatan kepada Elia untuk beristirahat dan memulihkan rohnya yang lemah sebelum Ia bekerja di dalam dirinya (lihat 1 Raja-raja 19). Kedua, Allah terasa jauh karena kita telah berdosa dan belum bertobat. Allah telah membuat system kerihanian kita sedemikian rupa sehingga ketika kita berdosa, muncul rasa bersalah. Rasa bersalah seperti ini (berbeda dengan rasa bersalah palsu yang dapat timbul dalam kepribadian kita) adalah cara Allah untuk mendapatkan perhatian kita kembali. Bila situasinya seperti ini, pertobatan adalah satu-satunya jalan untuk kembali. Ingatlah bahwa pertobatan labih daripada sekedar merasa menyesal. Pertobatan berarti sangat menyesal sehingga mau berhenti berbuat dosa. Bila pertobatan telah dilakukan, kita yakin bahwa hubungan kita dengan Allah akan dipulihkan. Alasan ketiga, dan yang paling sering dijumpai, yang menyebabkan kita merasa Allah jauh sekali adalah karena kita gagal untuk menyediakan waktu agar hubungan kita dengan Allah tetap terjaga. Kalau kita tidak menyediakan waktu untuk berbicara kepada Allah secara teratur melebihi doa dan menddengarkan suara-Nya melalui Firman yang kita baca, kita perlu heran jika hubungan kita dengan-Nya mulai memburuk? Seperti dikatakan orang: "Jika Allah terasa jauh sekali, coba terka siapa yang sesungguhnya menjauh?" Allah tidak pernah menjauhi kita, sebaliknya kitalah yang menjauhi Dia.
Bapaku dan Allahku, terima kasih Engkau mengingatkanku bahwa hubunganku dengan-Mu tidak boleh kuabaikan, tetapi harus selalu kupertahankan. Dan jika aku harus bertobat, tolonglah aku untuk segera melakukannya tanpa menundanya lagi. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

KETIKA ANDA MENGHADAPI KEGAGALAN


" KETIKA ANDA MENGHADAPI KEGAGALAN "
Allah mengetahui kondisi Anda dan ikut merasakan kesedihan Anda
Mazmur 139: Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi. (ayat 1-3)
Suatu janji yang dapat kita pegang
Mazmur 37: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (ayat 23-24)
Perhatiannya tidak pernah goyah
2 Tawarikh 16: Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. (ayat 9)
Gunakanlah situasi yang tidak menguntungkan untuk lebih mendekat kepada Allah
Mazmur 27: Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (ayat 4)
Ingatlah kuasa yang ada di tangan Anda
Efesus 1: ….dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga. (ayat 19-20)
Pusatkan perhatian untuk menemukan tujuan Allah bagi hidup Anda
Yakobus 1: Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. (ayat 5)
Dia menjanjikan pertolongan dan bimbingan untuk masa depan yang lebih baik
Amsal 3: Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu (ayat 1-2)
Sulit sekali untuk bersikap objektif bila kita telah gagal. Ketika Milais pertama kali mempertunjukkan dramanya Ophelia pada tahun 1825, seorang kritikus mengomentari sebagai "Oh, gagal!" dikatakan bahwa sejak saat itu Milais dihantui oleh perkataan tersebut sepanjang hidupnya. Ketika mengalami kegagalan, merenunglah sesegera mungkin dan dalam doa mulailah menganalisis penyebab kegagalan itu. Pertimbangkan kemungkinan bahwa Allah mengizinkan kegagalan karena ini merupakan bagian dari rencana-Nya dalam hidup Anda. Banyak orang yang akhirnya menyadari bahwa Allah mengizinkan kegagalan dalam hidup mereka untuk memberi tahu mereka agar beralih ke bidang pelayanan lain.

Tetapi jika setelah berdoa dan merenungkan Anda yakin bahwa Allah tetap mengizinkan Anda di dalam kegiatan yang sama, maka sebaiknya Anda bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku ikut andil dalam kegagalan ini karena tidak cermat mempersiapkan segi positif dan negatif, tidak mempertimbangkan prinsip moral, kurang peka terhadap perasaan orang lain,…dan sebagainya. Setelah belajar dari kegagalan ini, cobalah lagi. Sebuah poster Kristen yang pernah kulihat di sebuah toko buku memperlihatkan gambar seorang pria yang melipat tangan dengan wajah yang memperlihatkan keputusasaan.
Tertulis di kaus yang dipakainya pengakuan: "Aku menyerah". Di sudut poster ini, samar-samar terlihat gambar sebuah bukit hitam dengan sebuah salib kecil diatasnya. Kata-kata ini tercetak di bawah poster itu: "Aku tidak menyerah". Satu-satunya Pribadi yang telah mengalahkan semua rintangan mengulurkan tangan-Nya kepada Anda. Peganglah tangan-Nya dan bila rencana yang lain belum ditunjukkan-Nya kepada Anda, cobalah lagi.
Bapa, aku melihat bahwa suatu kegagalan bukanlah kegagalan kalau hal ini membawaku lebih dekat kepada-MU. Tunjukkanlah kehendak-MU dan rencana-MU bagi hidupku, dan jika aku harus mencobanya lagi maka tolonglah aku untuk melakukannya di dalam kekuatan-MU dan bukannya dalam kekuatanku sendiri. Dalam nama Kristus aku berdoa. Amin.

CERITA TENTANG KINNEYY


CERITA KINEEY

Ketika aku bangun dari tempat tidur di pagi yang bersalju itu, aku tahu bahwa segalanya yang telah ku kenal sejak aku berumur sepuluh tahun akan diubahkan selamanya. Malam sebelumnya, pada bulan Desember tungku perapian rumah masa kecilku meledak dan semuanya terbakar habis. Ajaibnya, aku masih selamat dan berhasil merangkak menuruni tangga untuk dapat keluar, dan aku diselamatkan oleh orang yang datang menolong aku. Namun adikku Katie yang berumur 4 tahun tidaklah beruntung seperti aku. Ia kebingungan dan terperangkap di kloset ,karena is mengira bahwa itulah jalan keluar, ia terkena sesak nafas oleh asap dari api itu.

Ketika aku jatuh di atas rumah tetangga, pada malam harinya aku berharap Katie dapat bertahan hidup, tetapi kenyataannya tidak demikian dia meninggal dalam kebakaran itu, dan aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepadanya, tidak pernah mengatakan betapa aku mengasihinya, tidak pernah bertemu lagi. Kakak perempuan dan ibuku ajaibnya bisa menyelematkan diri, begitu juga ayahku, yang pada saat itu tidak berada di rumah. Dia sedang tugas di luar kota. Tetapi adiku yang kecil ‘ Katie yang paling baik dari kami semua, telah pergi.

Setelah kebakaran itu kami memilih untuk melupakan dan selalu ingat akan nasihat “ “tetapkah tersenyum, jadilah tegar: dan kami sekeluarga lebih memilih bersikab diam, seolah olah tidak terjadi apa-apa Kami tidak pernah membicarakan tentang peristiwa kebakaran itu lagi. Tetapi setiap tahun bertepatan dengan hari ualang tahun Katie, rumah kami sangatlah terasa berat sehingga tak seorangpun berbicara. Secara rohani kami semua tidak bisa menerima kejadian itu, dan kami juga tidak mau menyembah Allah yang telah membiarkan Katie meninggal.

Pada saat berumur 23 tahun aku hidup dalam eksistansi yang berdasarkan penampilan, rapuh,gamang, dan tidak ada tujuan teristimewa karena “ rasa bersalah”sebagai orang yang selamat atas tragedi itu, dan kesedihan yang tak terselesaikan, aku hidup dengan penuh kekuatiran, depresi sehingga aku harus menjalani terapi untuk mengatasi masalahku.

Pada suatu hari aku pergi bermain bowling bersama sama teman teman, aku memandang ke sebuah Bar yang penuh asap dan aku melihat ada seorang pemuda yang sangat tampan sedang memandangi aku. Ketika mata kami sedang bertemu, aku berkata kepada diriku, “ aku akan menikah dengannya” aku terkejut oleh pikiranku sendiri, karena belum pernah merasakan perasaan ini kepada siapapun, teristimewa baru saja melihat pemuda itu.

Daya tariknya yang cepat berbalasan, dan kami mengalami romansa yang seperti dongeng selama sebulan kami selalu bersama dan berpacaran samapai akhirnya kekasihku itu harus pergi ke suatu negara bagian untuk bekerja. Selama berbulan bulan kami menjalani berpacaran jarak jauh dan hubungan kami semakin baik. Namun terjadi kendala karena kekasih impianku ternyata seorang kristen yang sudah lahir baru. Celakanya aku sangat membenci orang kristen semacam ini, Aku berusaha melepaskan kekasihkau dari Yesus dengan mencoba membaca alkitab dan membuktikan kepadanya bahwa, apa yang ia percaya benar benar bodoh dan keliru.Aku hanya mengetahui sedikit injil, ya,, memang menyenangkan ceritanya.. tetapi.. ya begitulah !

Namun pada saat aku membaca di injil Yohanes, itulah yang “ menangkap aku”Ketika kau membaca kata, “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak Nya yang tunggal itu, supaya setiap orangyang percaya keapdaNya tidan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal “. Aku berbisik kepada diriku sendiri, Oh Allah peduli pada orang orang seperti aku ini. Ia benar-benar mempunyai persasaan.. seperti Kasih, Ia benar benar peduli kepada umatNya. Tampaknya Ia hidup”

Aku mencoba melenyapkan pikiran-pikiran itu, dan aku melanjutkan peperanganku untuk melepaskan calon suamiku dari semua kebodohan itu. Pada waktu aku membaca seluruh injil Yohanes, dan tiba pada pasal 14, sesuatu yang serius terjadi padaku.Aku tidak akan pernah melupakan satu ayat di Yohanes 14;6 yang hampir hampir melontarkan satu halaman itu padaku, di mana Yesus berbicara tentang diriNya dan berkata, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.” Ketika aku membaca kata kata yang dasyat itu jantungku berdebar, “Jesus mengatakan bahwa Ia adalah jalan kepada Allah.’bisikku kepada diriku sendiri. “ Ia mengasihi aku?” Ia mengasihi aku sekalipun aku sudah membenciNya dan mencemoohkanNya, dan berusaha melepaskan pacarku dari Dia”

Aku meletakkan wajahku di lantai kamar tidurku dan menagis kepada Allah........ untuk yang pertama kalinya dalam kehidupannya yang rapuh ini.
Aku meminta kepada Allah untuk mengampuni aku dari semua dosaku.
Aku mulai memahami bahwa Allah cukup mengasihiku untuk menarikku kepada Firman-Nya supaya aku dapat benar benar deselamatkan dari kematian, kali ini aku menerina hidup kekal dengan menyadari bahwa kematian Yesus di salib telah menggantikan ku.

Tiga puluh emat tahun setelah peristiwa kebakaran tersebut, aku tidak lagi takut akan bayang bayang peristiwa yang mengerikan itu. Sekarang hidupku penuh dengan mujizat mujizat bersama dengan Yesus.
Tepat pada tanggal 8 Desmber persis pada saat adiku meninggal ada seorang ibu yang datang kepada ku dan memberikan seorang putri . Dan saat ini di menjadi anak kami, empat bulan kemudian Allah meberikan seorang adik perempuan yang sehat . Kehidupan kami tidaklah sempurna namun, kami hidup bebas, diampuni, sukacita dan kekal bersama Yesus.
Tuhan Yesus memberkati.